Tiga Pendekatan Penilaian Properti, Mana yang Paling Baik?

Tiga Pendekatan Penilaian Properti – Penilaian BMN/BMD merupakan salah satu proses yang di lakukan untuk menilai suatu barang milik negara atau barang milik negara atau barang milik daerah. Penilaian terhadap BMN/BMD dapat di tunjukan untuk kepentingan penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah, pemanfaatan , atau pemindah tangan. Proses penilaian BMN/BMD di lakukan oleh penilaian pemerintah yang telah di miliki kompensasi di bidang penilaian. Berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan Nomor 173 tahun 2020 tentang penilaian oleh Penilai Pemerintahan di Lingkungan Direktorat Jendral Kekayaan Negara yang mulai berlaku sejak 2 Febuari 2021, penilaian yang di laksanakan oleh penilaian dapat di laksanakan secara tim maupun perorangan, menyusul telah di tetapkan dan di lantik nya jabatan fungsional penilaian di Lingkungan DJKN.

Tata cara penilaian secara umum meliputi 3 tahapan yakni di awali dengan adanya permohonan atau penugasan penilaian, di lanjutkan dengan pelaksanaan penilaian, dan di akhiri dengan kaji ulang laporan penilaian. Pada dasarnya setiap proses penilaian atas BMN/BMD harus di lakukan berdasarkan permohonan.

Tahapan Tata Cara Penilaian

1. Permohonan atau Penugasan Penilaian

Sebagai mana di sebutkan diawal bahwa pelaksaan penilaian selalu di awali dengan adanya permohonan penilaian sebagai dasar untuk pelaksanaan tugas penilaian. Pada tahapan ini permohonan penilaian di ajukan secara tertulis oleh pemohon yang mempunyai kewenagan untuk mengajuk permohonan di sertai dengan data data sebagai berikut.

  • Identitas Objek yang di mohonkan penilaian
  • Jenis nilai yang di mohonkan
  • Data dan Informasi yang terkait dengan objek penilaian yang di mohonkan.

Tiga Pendekatan Penilaian Properti,

Baca Juga : https://aquila-land.com/pengertian-properti-karakteristik-dan-sumber-hukumnya/

2. Pelaksanaan Penilaian

Pelaksanaan penilaian adalah tahapan berikutnya setelah diterimanya dokumen/berkas permohonan penilaian. Dokumen/berkas permohonan penilaian selanjutnya diproses melalui tahapan sebagai berikut:

  • Identifikasi atas permohonan atau penugasan Penilaian;
  • Penentuan tujuan penilaian;
  • Pengumpulan data dan informasi;
  • Analisis data dan informasi;
  • Penentuan pendekatan Penilaian;
  • Simpulan nilai; dan
  • Penyusunan laporan penilaian

3. Kaji Ulang Laporan Penilaian

Kaji ulang laporan penilaian adalah tahap akhir dari tata cara penilaian yang di tunjukan dalam rangka pembinaan Penilaian Pemerintahan dan Peningkatan kualitas laporan penilaian. Hal hal yang di kaji ulang dalam laporan penilaian antara lain

  • Administrasi laporan penilaian
  • Prosedur dan penerapan metode Penilaian

Kaji ulang laporan penilaian di lakukan secara berjenjang. Laporan Penilaian yang di buat oleh Penilai KPKNL di kaji ulang oleh Penilaian Kantor Pusat DJKN. Hal ini sebagai bentuk Quality Control sekaligus bagian pembinaan terhadap penilaian pemerintahan.

Itu Dia Tiga Pendekatan Penilaian Properti yang harus kalian pahami

 

Pengertian Properti, Karakteristik dan Sumber Hukumnya

Pengertian Properti – Menurut KBBI, Properti adalah harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah dan bangunan yang di maksudkan. Pengertian properti adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada di atas nya.

Mengutip Buku Hukum Properti yang di tulis Dhaniswara K. Harjono, properti adalah bangunan berkontruksi horizontal atau vertikal (bertingkat) yang di gunakan untuk rumah bertempat tinggal (hunian), atau bangunan yang di gunakan untuk tempat usaha dan lainnya (non hunian)

Properti adalah milik, kekayaan, harta benda atau tanah milik yang bisaa berupa benda bergerak maupun benda tidak bergerak. Istilah properti juga merujuk kepada sesuatu yang biasanya di kenal sebagai etinitas terkait dengan kepemilikan seseorang atau kelompok orang atau hak ekslusif. Bentuk utama dari properti ini termasuk real properti (tanah). Kekayaan pribadi atau personal property

Properti Memiliki 7 Karakteristik

1. Kompleksitas Hukum

Properti tidak dapat lepas dari masalah hukum yang kompleks (legal complexity). Sebab, properti terkait dengan hak yang melekat pada tanah dan bangunan serta sangat di pengaruhi oleh regulitas yang berlaku di tempat lokasi properti itu berada. Sbobet Login

2. Tidak Dapat Bergerak (Immobility).

Secara fiisik, property adalah tanah dan bangunan yang berada di atas tanah, yang memiliki keunikan karena tidak biasa bergerak dan tidak bisa di curi. Dengan demikian, lokasi sangat menentukan strategis atau tidaknya properti tersebut.

3. Bersifat Lokal

Bentuk Properti yang berupa tanah dan bangunan, membuat nya tidak bergerak dan bersifat lokal, artinya sebuah properti terikat erat dengan lokasinya. Dua lokasi yang berbeda pasti memiliki akses, fasilitas, infrastruktur, utilitas, ciri budaya, tingkat pendidikan dan gaya hidup masyarakat

Pengertian Properti

Baca Juga : https://aquila-land.com/cara-investasi-properti-agar-dapat-untung-maksimal/

4. Beragam

Setiap lokasi properti sangat unik. Setiap lokasi pasti memiliki perbedaan letak, posisi, elevansi, kemiringan, atau arah hadap. Ini yang membuat properti memiliki sifat beragam (haterogenety)

5. Kelangkaan (Scarcity)

Kebutuhan perumahan tempat tinggal kian bertambah, namun tanah relatif tetap (fixed). Hal ini yanng menyebabkan tanah merupakan barang yang bersifat langka ( scare). Kelangkaan ini menyebabkan nilai sebidang tanah akan terus meningkat.

6. Bertahan Lama

Sifat properti yang memiliki daya tahan tinggi (durability) menjadi salah satu pembeda investasi properti dengan investasi lain, seperti saham dan obligitas. Sifat tahan lama ini membuat properti menjadi instrumen investasi properti menjadi instrumen investigasi yang bersifat jangka panjang (long term investment)

7. Tidak Dapat Di Bagi

Tanah tidak dapat di beli dalam satuan satuan kecil. Ada jumlah minimal yang harus di penuhi agar sebuah produk properti memenuhi unsur legalitas dan standar kelayakan. Sifat properti yang sulit di bagi menjadi satuan satuan kecil

Definisi Real Estate, Jenis, dan Perbedaan dengan Properti

Definisi Real Estate – Ada banyak pilihan untuk dapat Anda tekuni dan jalani dengan serius. Bisnis real estate adalah salah satunya. Tidak mengherankaan jika kemudian bisnis ini sering terartikan dengan real property. Namun pada dasarnya real estate mengandung pengertian yakni lahan tanah beserta objek berupa bangunan maupun lainnya yang berdiri secara permanen pada atas tanah tersebut. Lahan yang mencakup luas bidang tanah yang masih dalam program untuk bisa menjadikan tempat bangunan perumahaan, gedung, sekola, dan lain sebagainya.

Pengertian Real Estate.

Real Estate adalah bisnis perumahaan atau memperjual belikan bangunan yang kita kenal saat ini di pegang oleh developer-developer terkemuka di Indonesia. Dan mencakup lebih dari sekedar bisnis perumahaan. Peminat bisnis ini kian semarak siring dengan perkembangan dan pembangunan daerah di berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan-Perusahaan saling kejar kejaran menampilkan profil dan kinerja real estate yang menarik banyak pihak.

Jenis Jenis Real Estate

Real Estate dapat terkelompokan dalam tiga kategori besar berdasarkan penggunaanya, yakni.

1. Residential

Residential adalah bangunan yang perusahaan gunakan untuk tempat tinggal misalnya untuk perumahan, rumah susun, dan kondominium.

2. Comercial

Comercial adalah real estate yang perusahaan gunakan untuk keperluan komersial dan untuk memperoleh keuntungan.

Definisi Real Estate

Baca Juga : https://aquila-land.com/properti-adalah-pengertian-contoh-dan-keuntungan/

3. Industrial

Industrial adalah bidang usaha yang melekat pada atas lahan. Beberapa contoh industri tersebut yakni

  • Perkebunan
  • Perumahan
  • Pembangunan
  • Komersial
  • Industri

Perbedaan Definisi Real Estate dan Properti

Beda real estate dengan properti terletak pada fisik dan kepemilikan. Real estate lebih mengacu kepada fisik (tanah dan bangunan), sedangkan Real Property lebih mengacu kepada kepemilikan terhadap fisik (tanah dan bangunan). Bisa di katakan Real estate merupakan subset (bagian) dari Real property. di sisi lain real property adalah kepentingan dan hak hak yang menyatu kedalaman terhadapnya. Real estate hanya fokus kepada fisik yakni bangunan ataupun tanah, sedangkan properti tidak hanya sebatas itu melainkan juga atas dasar kepemilikan baik bangunan maupun tanah.

Kelola Manajemen Real Estate Otomatis

Manajemen real estate untuk dapat mengoptimalkan manajemen perusahaan Anda selain membuat nya menjadi otomatis. Seiring perkembangan nya teknologi pengelolaan Estate manajemen kini telah terintegrasi secara otomatis menggunakan sebuah sistem yang mendukung pengelolaan. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan penginputan serta pengelolaan data secara manual, sistem estate manajemen menyajikan data terhadap keperluan dan kebutuhaan pengelolaan secara otomatis. Salah satu sistem yang sedang berkembang saat ini adalah property software yang sering di gunakan di Indonesia maupun property management yaitu Smart Estate Manajemen. Sistem estate manajemen semacam ini menjadi komponen penting bagi suatu perusahaan terutama di industri properti seperti estate manajemen agar pengolaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.